Benarkah Problem Pendidikan Kita Tanpa Solusi?

Oleh: Ajun Pujang Anom

Sudah beberapa waktu lamanya, saya hampir selalu merasakan “gatal-gatal”, ketika mendengar persoalan yang membelit pendidikan. Seakan-akan problema itu sulit diurai dan tidak pernah menemui titik terang.

Tentu tak elok rasanya bahasan ini, tanpa tahu detailnya permasalahan yang dituju. Inilah permasalahan yang dimaksud itu: kesiswaan, kurikulum, administrasi, kepegawaian, kepangkatan, tunjangan, sarana dan prasarana, lingkungan, dan kepemimpinan.

Mungkin ada yang bilang, lebih daripada yang disebutkan di atas. Bisa jadi betul, namun persoalan yang barusan dikemukan itu, yang paling sering diperbincangkan.

Sebab disadari atau tidak, setiap persoalan pasti ada pemecahannya. Tapi kenapa untuk pendidikan kok kelihatannya tidak ada? Tentu ini karena ada mindset yang keliru. Tak mungkin tidak. Apa kita memang tak sungguh-sungguh mencari penawarnya?

Contoh ketika kita melihat pada poin kesiswaan. Pada poin kesiswaan ini, salah satu hal yang paling banyak disinggung adalah tentang etika. Tentang hal ini, kita sebagai guru mendekatinya dengan beberapa penyikapan.

Ada di antara kita, yang melihat problem etika ini, karena di rumah, siswa terlalu dimanjakan. Ada juga yang bilang, karena pengaruh lingkungan atau kemajuan zaman. Selain itu ada yang berpendapat, pola pendekatan kita yang salah.

Dari sini sebenarnya sudah nampak, solusi apa yang diperlukan. Bila anak memang dimanjakan. Kenapa kita sebagai guru tidak mencoba memberi pengertian secara intens pada ortu/wali murid tersebut?

Bila masalahnya adalah lingkungan siswa atau kemajuan zaman, apakah kita punya agenda untuk bicara dari hati ke hati dengan siswa itu dan selalu update dengan perkembangan zaman?

Kemudian tentang pola pendekatan. Apakah karena kita tidak mau upgrading diri? Sebab bisa jadi pola pendekatan yang sudah kita pelajari dan terapkan, sudah tidak berlaku lagi.

Membaca ulasan di atas, mestinya membuat kita berpikir, bahwa ternyata apapun masalah yang terjadi, bisa kita pecahkan. Asalkan kita meluangkan waktu.

Karena kalau kita mengelak dan menyuguhkan beragam alasan. Tentu pertanyaan yang timbul adalah, “Apakah kita sudah sepenuh hati menjadi guru?”

Sumber gambar: https://www.etsy.com

Bojonegoro, 9 Mei 2019

3 tanggapan pada “Benarkah Problem Pendidikan Kita Tanpa Solusi?”

  1. Hello! guruajun.id

    We suggest

    Sending your message through the feedback form which can be found on the sites in the Communication partition. Feedback forms are filled in by our application and the captcha is solved. The profit of this method is that messages sent through feedback forms are whitelisted. This method raise the chances that your message will be open.

    Our database contains more than 25 million sites around the world to which we can send your message.

    The cost of one million messages 49 USD

    FREE TEST mailing of 50,000 messages to any country of your choice.

    This message is automatically generated to use our contacts for communication.

    Contact us.
    Telegram – @FeedbackFormEU
    Skype FeedbackForm2019
    Email – FeedbackForm@make-success.com
    WhatsApp – +44 7598 509161

  2. Having a better Alexa for your website will increase sales and visibility

    Our service is intended to improve the Global Alexa traffic rank of a website. It usually takes seven days to see the primary change and one month to achieve your desired three-month average Alexa Rank. The three-month average Alexa traffic rank is the one that Alexa.com shows on the Alexa’s toolbar.

    For more information visit our website
    https://monkeydigital.co/product/alexa-rank-service/

    thanks and regards
    Mike
    monkeydigital.co@gmail.com

Tinggalkan Balasan