Pentingnya Rasa Syukur

Rasanya sangat rugi, jika ada orang tak sudi untuk bersyukur. Padahal dia mengaku bertuhan. Apakah orang itu tidak menyadari, bahwa apa yang dialaminya tidak dapat dilepaskan dari Kehendak Tuhan?

Ingat, jika Tuhan Telah Berkehendak, kita mau apa? Protes? Ditambah sambil guling-guling pun, takkan berubah. Apa saja yang menimpa kita itu, berupa hal yang baik maupun yang buruk, itu Hak Tuhan. Maunya sih, kita selalu dapat yang enak-enak. Lha saat diberi kenikmatan, kok nggak bersyukur? Itu namanya keblinger.

Makanya saya tak mau menjadi pribadi seperti itu. Sehingga tak salah rasanya, apabila berbagi kebahagiaan melalui tulisan ini. Sebagai wujud rasa syukur.

Hari ini, saya menerima buku berjudul ANTOLOGI PGRI BOJONEGORO. Buku ini merupakan kumpulan naskah peserta Lomba Menulis Bagi Guru yang diadakan oleh PGRI Kab. Bojonegoro. Dalam rangka HUT ke-73 PGRI dan HGN 2018.

Tentunya senang dong, mendapatkan buku itu. Tapi tak cuma senang belaka, lebih tepatnya sangat-sangat senang. Mengapa menjadi teramat senang? Sebab saya sedari awal menjadi bagian dari proses buku tersebut. Sehingga ketika buku ini telah lahir, luar biasa rasa syukur terucap lewat bibir.

Saya menjadi Ketua Dewan Juri dalam pelaksanaan lomba tersebut. Dan di dalam buku yang setebal 300 halaman ini, juga terlibat sebagai Editor. Padahal kalau diingat-ingat, di tahun sebelumnya baru sekedar ingin menjadi peserta. Ndilalah, kok tahun 2018 menjadi juri. Ini kan sesuatu yang tidak sangka sebelumnya. Anugerah yang sangat besar bagi saya.

Untuk diketahui, Bapak/Ibu Guru dapat memesan buku tersebut melalui nomor : 0852-3574-5639. Dengan harga Rp 50.000,- belum termasuk ongkir.

Bojonegoro, 17 April 2019

Tinggalkan Balasan