Pengki Beroda

Pengki Beroda
Oleh: Ajun Pujang Anom

Siapa guru yang tak bergetar hatinya, jika ada anak didiknya menginisiasi sebuah penemuan?

Sabtu kemarin, ketika anak-anak sedang melakukan bersih-bersih untuk persiapan PTS di hari Senin, terjadilah sesuatu yang menurut saya mengejutkan. Kejutan ini tidak saya duga dan ketahui sebelumnya. Karena saya begitu “asyik” meninggalkan mereka, demi mengerjakan tugas administrasi di ruang guru.

Meskipun begitu, bisa jadi kejutan ini akan ditanggapi secara biasa-biasa saja oleh orang selain saya. Biar tidak menjadi penasaran, apakah kejutan tersebut?

Kejutannya adalah ada sekelompok anak yang sedang mengikat pengki dengan roda. Saya tanya ke mereka, “Apa yang sedang mereka perbuat?” Mereka menjawab, bahwa sedang membuat pengki beroda. Tujuannya untuk memudahkan dalam mengangkut sampah yang ada.

Mendengar hal ini, saya katakan, “Kalian hebat. Begitulah seharusnya sesama teman, saling membantu dan bekerja sama.” Tentu tak lupa saya tanyakan siapa yang mempunyai gagasan untuk membuatnya. Mereka jawab salah satu dari mereka. Semakin terkesimanya saya. Dan dua jempol tidaklah cukup rasanya.

Bagaimana? Apakah penemuan pengki beroda ini sesuatu yang mengejutkan? Jika tidak, ya tak apa-apa. Mungkin saya yang terlalu berlebihan merespon perbuatan murid-murid. Namun jika ya, mungkin kita satu frekuensi dalam memandang perilaku siswa. Setiap perilaku siswa selalu dimaknai dengan kepositifan dan jauh dari nilai-nilai penghakiman.

Dan ini bermula semenjak saya jadi guru hingga sekarang. Suka mendorong anak untuk “unjuk gigi”. Menyuguhkan performa yang terbaik. Tentu saja ada reward. Reward-nya bisa bermacam-macam, mulai dari mulai pujian, penambahan nilai sampai hadiah. Karena saya pikir, demikianlah seharusnya guru. Selalu mengedepankan suasana yang mendukung kreativitas.

Bojonegoro, 25 Maret 2019

2 tanggapan pada “Pengki Beroda”

Tinggalkan Balasan